Cahaya dan Ketulusan
by: L.Kikie.P
kulihat cahaya yang perlahan menghilang, menghilang dan tenggelam
dalam gelap kuberkata "kemana perginya cahaya ini?".
kemudian kurasakan hembusan angin yg semula kencang kini tenggelam, tenggelam dan mengarahkan diriku pada kesunyian.sehela hembusan napas yang kurasakan semakin menegaskan kepergian angin dan cahaya itu.
begitu gelap, begitu pilu, bahkan ketulusan hati ini tidak mampu menjangkaunya.
begitu lama hati ini tertidur dalam kelam yang merobek jiwa. Dan setelah sekian lama kulihat kembali setitik cahaya, cahaya yang sangat terang, dan sangat-sangat terang. bahkan cahaya itu begitu indah, sehingga menutupi terangya cahaya lain. namun kembali ku berkata "bagaimanakah ku gapai cahaya itu?","mampukah hati ini menangkap cahaya terangnya?". seperti sebuah lentera yang sedang menyala ditengah hembusan angin kelam masa lalu, hati dan jiwa ini selalu menunggu, menunggu dan menunggu seakan takut jikalau kehilangan cahayanya. dan sampai sekarang saat mata sedang terlelap, aku hanya bisa berharap dan menunggu sampai tiba saatnya cahaya dan hati ini bisa menjadi satu, yang abadi selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar