Senin, 28 Maret 2011

Tugas Materi bab 3

Nama : Laurentius Kikie Pratama
Kelas: 1KA26
NPM : 13110983

3. Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan

*Hubungan Ilmu Budaya Dasar dengan Kesusastraan

Ilmu Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar kebudayaan,serta pengetahuan umum tentang konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah - masalah manusia. Kesusastraan adalah Sastra, merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Hubungan ilmu budaya dasar dengan kesusastraan karena mengandung unsur-unsur bahasa. Ada beberapa alasan mengapa ilmu budaya dasar sangat penting hubungannya dalam hal kesuastraan :

1. sastra merupakan bahasa yang mempunyai kemampuan yang menampung kegiatan manusia

2. Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi.

Sementara itu filsafat mengunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstra. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

*Konsep Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusastraan.
IBD, yang semula dinamakan Basic Humanities, berasal dari bahasa Inggris the humanities. Istilah ini berasal dari bahasa latin Humanus, yang berarti manusiawi, berbudaya, dan halus. Dengan mempelajari the humanities orang akan menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Jadi the humanities berkaitan dengan masalah nilai, yaitu nilai kita sebagai homo humanus.
Untuk menjadi homo humanus, manusia harus mempelajari ilmu, yaitu the humanities, disamping tanggung jawabnya yang lain. Apa yang dimasukkan kedalam the humanities masih dapat diperdebatkan, dan kadang-kadang disesuaikan dengan keadaan dan waktu. Pada umunmya the humanities mencakup filsafat, teologi, seni dan cabang-cabangnya tennasuk sastra, sejarah, cerita rakyat, clan. sebaginya. Pada pokoknya semua mempelajari masalah manusia dan budaya. Karena itu ada yang menterjemahkan the humanities menjadi ilmu-ilmu kemanusiaan, ada juga yang menterjemahkan menjadi pengetahuan budaya.
Karena seni adalah ekspresi yang sifatnya tidak normatif, seni lebih mudah berkomunikasi. Karena tidak normatif, nilai-nilai yang disampaikannya lebih fleksibel, baik isinya maupun cara penyampaiannya.
Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pemyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi
Karena seni memegang peranan penting, maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaannya menyebabkan dia mampu menangkap hal yang lepas dart pengamatan orang lain
IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya. Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya
Orientasi the Humanities adalah ilmu : dengan mempelajari satu atau sebagian dart disiplin ilmu yang tercakup dalam the humanities, mahasiswa diharapkan dapat menjadi homo humanus yang lebih baik

*Pendekatan Kesusastraan.
IBD adalah salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dwngan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai – nilai budaya. Yang semulanya IBD berasal dari bahasa inggris The Humanities, yaitu istilah latin humanus, yang berati manusiawi, berbudaya, dan halus. Agar orang tersebut dapat mempelajarinya lebih dari itu.
Sastra juga didukung oleh cerita. Dengan cerita orang akan lebiyh mudah tertarik, dan dengan cerita orang lebih mudah mengemukakan gagasan – gagasannya dalam bentuk yang tidak normative. Akan tetapi dalam bentuk musik misalnya, kata – kata penciptanya yang tertelan oleh melodinya.

*Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa.

Istilah prosa banyak pandanannya. Dalam bahasa Indonesia istilah prosa tadi sering kita terjemahkan menjadi cerita rekaan dan didefinisikan menjadi bentuk serita atau prosa kisahan yang mempunyai pemeran, lakuan, peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi, yaitu roman, atau novel, atau cerpen.
Contohnya prosa lama dan prosa baru yang kesusastraannya dari dalam Indonesia.
-Prosa lama :
1. Fabel.
2. Legenda.
3. Cerita rakyat (fokslore).
4. Tambo.
5. Cerita pelipur lara.
6. Cerpen

-Prosa baru :
1. Roman.
2. Riwayat.
3. Antologi.
4. Resensi.
5. Kritik.

Prosa dalam pengertian kesastraan juga disebut Fiksi (fiction), teks naratif (narrative text) atau wacana naratif (narrative discource). Istilah fiksi dalam pengertian ini berarti cerita rekaan atau cerita khayalan.
Fiksi menceritakan berbagai masalah kehidupan manusia dalam interaksinya dengan lingkungan dan sesama interaksinya dengan diri sendiri, serta interaksinya dengan Tuhan. Fiksi tidak sepenuhnya berupa khayalan. Membaca sebuah karya fiksi berarti menikmati cerita, menghibur diri untuk memperoleh kepuasan batin. Kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sama dan memang tak perlu disamakan dengan kebenaran yang berlaku didunia nyata. Hal itu disebabkan dunia fiksi yang imajinatif dengan dunia nyata masing-masing memiliki sistem hukumnya sendiri. Dunia kesastraan terdapat suatu bentuk karya sastra yang mendasarkan diri pada fakta. Karya fiksi tersebut dikenal dengan sebutan fiksi nonfiksi (nonfiction fiction).
Adapun nilai – nilai yang diperolah pembaca lewat sastra antara lain:
1. Prosa fiksi menyampaikan kesenangan.
2. Prosa fiksi menyampaikan pemberitahuan.
3. Prosa fiksi menyampaikan peninggalan kultural.
4. Prosa fiksi menyampaikan keseimbangan pengetahuan.
Berkenaan dengan moral, karya sastra dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Karya sastra yang mengatakan aspirasi zamannya untuk mengajak si pembaca mengikuti apa yang akan dikehendaki zamannya.
2. Karya sastra yang bernapaskan gejolak zamannya.

Karya Sastra Terbagi 2, yaitu :
-Karya Sastra Melayu Klasik - Hikayat
Salah satu bentuk sastra prosa yang berisikan tentang kisah, cerita, dongeng maupun sejarah. Umumnya mengisahkan tentang kehebatan maupun kepahlawanan seseorang lengkap dengan keanehan, kesaktian serta mukjizat tokoh utama.
-Karya Sastra Melayu Klasik - Karmina
Populer disebut pantun kilat adalah pantun dua baris. Baris pertama merupakan sampiran dan baris kedua langsung isi. Memiliki pola sajak lurus (a-a). Biasanya dipakai untuk menyampaikan sindiran ataupun ungkapan secara langsung.
Contoh:
"Sudah gaharu cendana pula Sudah tahu masih bertanya pula"

Contoh Prosa :
Dalam hidupku, kufikir dapat sesuai dengan keinginanku, tapi ternyata tidak. Mungkin karena aku begitu bersikap egois sehingga aku terjebak pada suatu hal yang bila difikir secara rasional tidak seharusnya aku seperti itu.
Malam itu aku ada janji dengan sahabat aku mau pergi bertemu sahabat lamaku. Kami ngobrol lama banget sebelum berangkat ke rumah sahabatku.
Hingga seorang teman datang dan pinjam sepeda dan izin dengan syarat tidak boleh lama karena mau dipakai. Tapi aku tunggu sampai jam 9 malam tidak datang – datang. Aku marah banget karena dia telah menggagalkan semua rencanaku. Aku marah sampai aku tidak mau dengar alasan dia kenapa dia terlambat.
Aku pulang ke rumah dan sampi aku tidak bisa tidur, hingga pagi harinya aku berangkat sekolah dan bertemu dia, rasanya ingin menyapa tapi karena egoku, aku hanya diam. Sampai aku di kasih tahu temen aku yang lain. Dia bilang tadi malam sepeda yang dipakai sahabat aku ban sepedanya bocor dan harus menambalkannya dahulu.
Betapa hati aku sedih banget saat itu, aku terlalu egois hingga ku tidak mau tahu apa yang sebenarnya terjadi. Akhirnya aku beranikan diri minta maaf dan sahabatku menjelaskan semuanya. Aku senang sekali kini sahabatku telah kembali lagi.
Diterbitkan di: Oktober 12, 2010


sumber: Contoh Cerpen; Arti Sahabat http://id.shvoong.com/entertainment/plays/2062198-contoh-cerpen-arti-sahabat/#ixzz1HtXE42RA
*Peranan Sastra Bagi Remaja
Kondisi remaja Indonesia sungguh memperihatinkan. Kasus-kasus yang terjadi yang menimpa remaja memang sangat pelik dan paradox baik itu yang menimpa pelajar-pelajar Smu maupun mahasiswa. Kasus dari mulai kekerasan, anarkis, narkoba, dan kasus sex yang sekarang merupakan issue hangat di negeri ini merupakan cermin bobroknya etika dan mental bangsa ini.
Hasil survey BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) yang dilakukan di lima kota besar di Indonesia, menyatakan bahwa 51% remaja Indonesia sudah tidak perawan. Hal ini sangat mengagetkan terutama bagi para orang tua, mereka harus lebih memperhatikan dan mengkhawatirkan keadaan dan tingkah laku anaknya. Proteksi fasilitas yang diberikan kepada anakpun harus dilakukan upaya pencegahan tersebut.
Peran orang tua memang sangatlah penting dan pendidikan dan pembentukan karakter sejak dini memang merupakan suatu yang penting untuk dilakukan. Pentransperan nilai-nilai yang positive harus diberikan dan diterapkan orang tua sejak dini supaya anaknya tidak terjerumus pada hal-hal yang negative. Kemudian selain itu penyesuaian lingkunganpun merupakan faktor yang sangat penting.
Sastra yang merupakan hasil produk kebudayaan kehidupan masyarakat haruslah bisa mendidik dan pemberian pembelajaran nilai itu harus tetap hidup. Memang tidak dapat dipungkiri sekarang jamanya technology yang mana sudah menjadi gaya hidup manusia di dunia ini namun jangan dibiarkan itu semua sebagai penghalang penyebaran konsistensi nilai-nilai positive karya sastra. Kemajuan technology jangan dijadikan sebagai alas an buat kita berhenti memberikan dan mendidik kita untuk senantiasa bersiakap yang sesuai dan tidak melanggar etika.
Perlunya reimplementasi nilai-nilai sastra yang bersipat mendidik dan religious memang penting dilakukan meski jaman terlanjur modern. Kemudian pemanpaatan technology bisa dilakukan dengan cara memeberikan nilai-nilai kebaikan itu dalam media elektronik yaitu dengan design dan cara yang bisa merangsang mereka supaya bisa menyukai dan mau membacanya.
Kita semua tahu bahwa ruhnya sebuah Negara ada pada kaum pemuda dan pemudinya maka cara yang bisa kita lakukan untuk mengembalikan kesadran mereka adalah dengan memberikan mereka tantangan bahwa negeri tidak aman-aman saja namun ad banyak tantangan yang ada dihadapan mereka dan harus diselesaikan sebagai tugas mereka. Tantangan-tanatangan tersebut bukan lagi berbentuk tantangan penjajahan dan peperangan namun tantangan dunia globalisasi dan kemiskinan yang melanda negeri ini. Kemudia selain itu yaitu dengan memberika penerapan nilai-nilai sejarah bahwa negeri ini terbentuk bukan dengan cara yang gampang dan gratis namun harus berkorban menumpahkan darah untuk mencapai kemerdekaan ini.
Peran dari seluruh pihak sangat diperlukan disini bukan hanya dari orang tua saja namun peran dari guru-gurupun sangat diperlukan. Pembelajaran dan pemberian nilai-nilai positive dan religious dalam setiap mata pelajaran dan bukan saja pelajaran agama namun semuanya sebagai upaya pencapaian kesadaran anak didik mereka. Tidak saja penegtahua intelektualnya saja yang menjadi target dari sebuah proses pembelajaran namun kemempuan etika dan kesadran mereka juga merupakan point penting Karen seseorang hidup bukan untuk jadi robot yang bukan dibuat untuk bersosialisasi namun manusia berbeda manusia itu adalah mahluk sosial yang tidak bisa lepas dari kehidupan sosial.

*Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi
Puisi dipakai sebagai media sekaligus sebagai sumber belajar sesuai dengan tema-tema atau pokok bahasa yang terdapat di dalam ilmu budaya dasar.
Adapun alasan-alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkulian ilmu budaya dasar adalah sebagai berikut :
1.Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia.
2.Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual.
3.Puisi dan keindyafan social.

Puisi-puisi umumnya syarat akan nilai-nilai etika,estetika dan juga kemanusiaan.Salah satu nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi-puisi adalah cinta kasih(yang terpaut di dalamnya kasih saying, cinta, kemesraan dan renungan).
Puisi termasuk seni sastra, yang kepuitisan, keartistikan, atau keestetikaan bahasa puisi disebabkan oleh keatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan, yaitu:
1. Figura bahasa seperti penjelmaan, kiasan, perbandingan, dan alegori, yang menjadikan puisi tersebut menjadi menarik.
2. kata – kata yang bermakna ambiquitas.
3. kata – kata yang bejiwa yaitu kata – kata yang pengalamannya dari jiwa penyair sehinnga terasa hidup.
4. kata – kata yang bersifat konotatif.

Adapun alasan – alasan yang mendasari penyair puisi pada perkuliahan Ilmu Budaya Dasar, yaitu:
1. Hubungan manusia dengan pengalaman hidup manusia:
Puisi memiliki kekuatan tersendiri untuk memperluas pengalaman hidup aktual dengan jalan mengatur dan mensintesekannya. Puisi juga mampu menghubungkan pengalaman hidup sendiri dengan pengalam yang dituangkan penyair kedalam puisinya.
2. Puisi dengan keinsyafan:
Puisi yang mengajak mahasiswa untuk menjenguk hati/pikiran manusia, karena puisi bisanya mampu menyentuh sisi-sisi yang mengenai:
- Topeng yang dipakai manusia dalam dunia nyata
- Berbagai peran yang diperankan orang dalam dalam menampilkan dirinya di dunia atau lingkungan masyarakat.
3. Puisi dan keinsyafan sosial:
Puisi juga memberikan pengetahuan kepada manusia/makhluk sosial yang terlibat issue dan permasalahan sosial. Secara imajinatif puisi lewat penafsiran tentang situasi dasar kondisi manusia sosial.
4. Puisi Dan Nilai-Nilai:
Dalam bahasa puisi banyak sajian nilai-nilai ( value ) yang bermanfaat bagi lingkungan hidupnya. Kita akan mendapatkan laki-laki atau perempuan yang telah siap terhadap terhadap moral dan etika yang telah menjadi pilihannya.

Contoh Puisi


CAHAYA DIATAS CAHAYA
(Nuurun ‘Alaa Nuur)
Kutulis syair ini
Kala rembulan purnama
Dari pantulan cahayanya kupunguti kata demi kata
Langit merona merah jingga
Desir angin mengalunkan simponi nada
Empat serigala muncul dari dalam jiwaku
Mengabariku tentang kisah kematian
Tentang anekdot-anekdot kehidupan
Tentang “TUHAN” yang semakin jauh dari dekapan
Di hulu subuh yang senyap ini
Saat mata kepalaku disergap oleh kantuk yang melanda
Mata hatiku masih ingin berbicara
Bercerita tentang gelisah hati dan kerinduan jiwa
Cahaya rembulan
Mengingatkanku pada “MAHA CAHAYA” keindahan
Yang karena-Nya kehidupan ini tertata begitu sempurna
Cahaya diatas Cahaya
Nuurun ‘Alaa Nuur
Percikan-percikan-Mu menerangi jiwa-jiwa yang gulita
Menyibak segala gelap yang berlapis-lapis
Cahaya diatas Cahaya
Nuurun ‘Alaa Nuur
Dari balik kabut pekat jiwaku
Ijinkan aku mengintip keindahan Cahaya-Mu
Allaahu Nuurus samaawaati wal ardli
Doha, 31 January 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar