Tugas ISD BAB 7
NAMA : Laurentius Kikie Pratama
NPM : 13110983
KELAS : 1KA26
KELOMPOK : 2
BAB 7
MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
1. Mahasiswa dapat menyebutkan 2 tipe masyarakat!
Pertama : satu masyarakat kecil yang belum begitu kompleks, yang belum mengenal pembagian kerja, belum mengenal struktur dan aspek-aspeknya masih dapat di pelajari sebagai satu kesatuan.
Kedua : masyarakat yang sudah kompleks. Yang sudah jauh menjalankan spesialisasi dalam segala bidang. Karena ilmu pengetahuan modern sudah maju, teknologi maju, sudah mengenal tulisan , satu masyarakat yang sukar diselidiki dengan baik dan didekati sebagian saja.
Sebenarnya pembagain masyarakat dalam tipe itu hanya keperluan penyelidikan saja . Dalam satu masa sejarah antropologi. Masyarakat yang sederhana menjadi objek penyelidikan dari antropologi, khususnya antropologi sosial. Sedang masyarakat yang kompleks, adalah terjadi obyek penyelidikan sosial.
Sekarang ruang lingkup penyelidikan antropologi dan sosiologi tidak mempunyai batas-batas yang jelas. Hanya pada metode-metode penyelidikan ada beberapa perbedaan. Antropologi sosial mengarahkan penyelidikan ke arah perkotaan, sedangkan sosiologi melebarkan studinya ke daerah pedesaan. Sebenarnya dua tipe masyarakat itu berbeda secara gradual saja, bukan secara prinsipil.
2. Mahasiswa dapat menyebutkan ciri-ciri masyarakat kota!
Ini adalah beberapa ciri-ciri masyarakat kota
Masyarakat kota :
1. Kehidupan keagamaan berkurang dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu.
3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
5. Interaksi yang lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan daripada faktor pribadi.
6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh.
3. Mahasiswa dapat menyebutkan Perbedaan antara pedesaan dan perkotaan!
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:
A. Definisi Masyarakat
Dalam Bahasa Inggris disebut Society, asal katanya Socius yang berarti “kawan”. Kata “Masyarakat” berasal dari bahasa Arab, yaitu Syiek, artinya “bergaul”. Adanya saling bergaul ini tentu karena ada bentuk – bentuk akhiran hidup, yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai pribadi melainkan oleh unsur – unsur kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan
B. Masyarakat Pedesaan (masyarakat tradisional)
a. Pengertian desa/pedesaan
Yang dimaksud dengan desa menurut Sutardjo Kartodikusuma mengemukakan sebagai berikut: Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan tersendiri
Menurut Bintaro, desa merupakan perwujudan atau kesatuan goegrafi ,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah), dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:
1. Masyarakat Pedesaan Masyarakat Kota
2. Perilaku homogen
3. Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
4. Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
5. Isolasi sosial, sehingga statik
6. Kesatuan dan keutuhan kultural
7. Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
8 Kolektivisme Perilaku heterogen
9. Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
10. Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
11. Mobilitas sosial, sehingga dinamik
12. Kebauran dan diversifikasi kultural
13. Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular Individualisme
dengan daerah lain.
Kita dapat membedakan antara masya-rakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai berikut:
1. Masyarakat Pedesaan Masyarakat Kota
2. Perilaku homogen
3. Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
4. Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
5. Isolasi sosial, sehingga statik
6. Kesatuan dan keutuhan kultural
7. Banyak ritual dan nilai-nilai sakral
8 Kolektivisme Perilaku heterogen
9. Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
10. Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
11. Mobilitas sosial, sehingga dinamik
12. Kebauran dan diversifikasi kultural
13. Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular Individualisme
http://isd10.blogspot.com/2010/03/perbedaan-masyarakat-pedesaan-dengan.html
Study Kasus:
Faktor Penarik dan Pendorong Urbanisasi Perpindahan Penduduk Dari Desa Ke Kota - Masalah Ekonomi Kependudukan Indonesia
Sat, 08/07/2006 - 5:04pm
Pengertian & Definisi Urbanisasi : Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Untuk mendapatkan suatu niat untuk hijrah atau pergi ke kota dari desa, seseorang biasanya harus mendapatkan pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan, informasi media massa, impian pribadi, terdesak kebutuhan ekonomi, dan lain sebagainya.
Pengaruh-pengaruh tersebut bisa dalam bentuk sesuatu yang mendorong, memaksa atau faktor pendorong seseorang untuk urbanisasi, maupun dalam bentuk yang menarik perhatian atau faktor penarik. Di bawah ini adalah beberapa atau sebagian contoh yang pada dasarnya dapat menggerakkan seseorang untuk melakukan urbanisasi perpindahan dari pedesaaan ke perkotaan.
A. Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi
1. Kehidupan kota yang modern dan mewah
2. Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
4. Di kota banyak cewek cantik dan cowok ganteng
5. Pengaruh buruk sinetron indonesia
6. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi jauh lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi
1. Lahan pertanian yang semakin sempit
2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
5. Diusir dari desa asal
6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya
( sumber : http://organisasi.org/faktor_penarik_dan_pendorong_urbanisasi_perpindahan_penduduk_dari_desa_ke_kota_masalah_ekonomi_kependudukan_indonesia)
Opini : menurut saya, seharusnya masyarakat desa lebih peka dan lebih teliti lagi dalam mengambil keputusan. Seharusnya mereka tidak memandang bahwa hidup dikota-kota besar itu sangat enak dan mewah, tapi dalam kenyataannya mungkin saja semua itu berbeda dengan persepsi mereka. Misalnya seorang dari desa yang ingin pindah ke daerah perkotaan karena dianggapnya di kota itu lebih enak, namun orang tersebut ternyata salah, malah kesulitan memenuhi kebutuhan dan mencari pekerjaan. Oleh karena itulah perlu persiapan yang matang terlebih dahulu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar